TPS Online wajib CEISA 4.0 per Oktober 2026. Ini yang harus Anda siapkan.
Operator TPS perlu bermigrasi ke TPS Online berbasis CEISA 4.0 paling lambat akhir Oktober 2026. Migrasi berarti menyiapkan sekitar 17–20 API—termasuk API yang dipanggil Bea Cukai ke sistem TPS—serta alur PLP, gate in, inventory, dan gate out yang terhubung host-to-host.
Latar belakang: CEISA 4.0 diterapkan bertahap
DJBC menerapkan CEISA 4.0 secara penuh (mandatory) bertahap melalui serangkaian Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai—tahap ke-25 misalnya ditetapkan melalui KEP-163/BC/2026 yang berlaku sejak 27 Juli 2026. Setiap tahap menetapkan layanan dan kantor pabean yang wajib menggunakan CEISA 4.0.
Untuk operator TPS, tenggat migrasi TPS Online ke CEISA 4.0 adalah akhir Oktober 2026. Karena implementasi dilakukan per kantor, selalu cocokkan jadwal Anda dengan keputusan dan sosialisasi resmi dari kantor pabean pengawas.
Siapa yang terdampak?
- Pengusaha TPS di bandara—gudang kargo udara lini 1 dan lini 2.
- Pengusaha TPS di pelabuhan—lapangan dan gudang penimbunan.
- Operator yang mengelola lebih dari satu TPS—setiap TPS memerlukan akun dan kredensial sendiri.
- Mitra TPS—PPJK, forwarder, dan importir yang bergantung pada kecepatan gate out.
Apa yang berubah untuk operator TPS?
| Sebelumnya | TPS Online CEISA 4.0 |
|---|---|
| Pelaporan satu arah dari TPS | Dua arah: TPS mengirim, CEISA juga memanggil API TPS |
| Proses PLP banyak manual | PLP diajukan dan dipantau statusnya via API |
| Stok dicocokkan berkala | Stok dapat dilihat Bea Cukai kapan saja |
| Log tersebar | Riwayat API dan akses wajib tercatat dan disimpan |
Risiko jika terlambat
- Pengeluaran barang tertahan karena gate out tidak bisa divalidasi secara elektronik.
- Dwelling time naik dan biaya penumpukan membengkak bagi pelanggan TPS.
- Temuan pengawasan karena data stok tidak bisa diakses Bea Cukai.
- Tim IT harus mengejar integrasi di bawah tekanan tenggat.
Build atau buy: waktu Anda terbatas
Membangun 17–20 API, antrean pesan, rekonsiliasi stok, dan audit log dari nol biasanya butuh berbulan-bulan—belum termasuk uji coba dengan Bea Cukai. Platform siap pakai memangkas waktu itu menjadi hitungan minggu.
Langkah-langkah
- 1
Inventarisasi TPS dan akun
Daftar setiap TPS, kode gudang, dan akun CEISA yang dibutuhkan.
- 2
Petakan alur operasional
Dokumentasikan alur PLP, gate in, penempatan lokasi, dan gate out saat ini.
- 3
Tentukan pendekatan
Bangun sendiri atau gunakan platform TPS Online siap pakai seperti Fr8co.
- 4
Siapkan infrastruktur
Endpoint publik, IP whitelist, sertifikat, dan kebijakan retensi log.
- 5
Uji dengan Bea Cukai
Jalankan uji integrasi dan perbaiki mapping data sebelum go-live.
- 6
Go-live dan pantau
Aktifkan per TPS, pantau antrean pesan, dan latih tim gudang.
PLP, Gate In, Inventory, Gate Out, dan 17–20 API wajib—siap sebelum Oktober 2026.
Tidak perlu membangun integrasi CEISA 4.0 dari nol. Kami siapkan platformnya, Anda fokus pada operasional gudang.
Pertanyaan umum
Apakah tenggat Oktober 2026 berlaku untuk semua kantor?
Implementasi CEISA 4.0 dilakukan bertahap per kantor dan layanan. Gunakan keputusan DJBC dan sosialisasi kantor pabean pengawas Anda sebagai acuan tanggal yang mengikat.
Berapa lama migrasi TPS Online biasanya?
Membangun sendiri umumnya memakan beberapa bulan. Dengan platform siap pakai, fokusnya bergeser ke konfigurasi, uji integrasi, dan pelatihan—jauh lebih singkat.